Wednesday, March 23, 2016

BAB VI Makanan dan Sistem Pencernaan Makanan

Manusia memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Fungsi lain dari makanan antara lain menyediakan materi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan dan memperbaiki jaringan yang rusak.
Makanan dapat digunakan oleh tubuh setelah diubah menjadi nutrien melalui sistem pencernaan.
Sistem pencernaan memiliki tiga fungsi utama:
       Memecah makanan menjadi molekul yang dapat digunakan oleh tubuh,
       Menyerap molekul-molekul tersebut ke dalam darah, dan dialirkan ke seluruh tubuh,
       Mengeluarkan sisa-sisa pencernaan dari tubuh.

Makanan Bergizi

Pola makan yang bermasalah dapat mengakibatkan beberapa penyakit, termasuk penyakit defisiansi (kekurangan zat gizi tertentu). Untuk mencegah hal itu, kita dianjurkan untuk makan makanan yang bergizi dan bermutu.
Nilai gizi suatu makanan ditentukan berdasarkan kandungan protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan serat nabati.
Kriteria makanan bermutu adalah sebagai berikut;
       Bergizi tinggi
       Higienis
       Mudah dicerna
       Cukup kalori
       Berasal dari berbagai jenis bahan makanan
       Warna, rasa, dan baunya membangkitkan selera makan

Usaha Perbaikan Gizi

Penyuluhan Gizi
Masyarakat diberikan penyuluhan tentang nilai gizi, yaitu ilmu tentang hubungan antara makanan dengan kesehatan.
Penyediaan Bahan Makanan
  1. Mengusahakan pemberian makanan-makanan yang mengandung lisin tinggi melalui prinsip genetika, seperti biji gandum. Lisin adalah salah satu asam amino esensial.
  2. Membuat makanan suplemen (bahan makanan tambahan),
  3. Mengolah bahan makanan dengan cara tertentu agar kandungan gizinya meningkat.


 Kebutuhan Energi dan Jumlah Makanan

Jenis kelamin, umur, pekerjaan, berat badan dan suhu lingkungan sangat berpengaruh terhadap jumlah makanan yang dibutuhkan seseorang. Berikut contoh variasi kebutuhan makan seseorang.
  1. Laki-laki membutuhkan makan lebih banyak daripada wanita.
  2. Anak-anak memerlukan protein yang lebih banyak untuk pertumbuhan.
  3. Pekerjaa otot relatif memerlukan karbohidrat lebih banyak, sedangkan pekerja otak lebih banyak membutuhkan protein dalam menunya sehari-hari.
  4. Semakin besar perbedaan suhu lingkungan dengan suhu badan, semakin banyak makanan yang dibutuhkan.
Zat-zat Makanan

Zat-zat makanan yang dibutuhkan oleh tubuh terdiri dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air.
Kekurangan salah satu atau lebih zat makanan di atas dalam jangka waktu yang cukup lama dapat menyebabkan terjadinya gangguan dalam tubuh. Sebaliknya, kelebihan zat makanan juga tidak baik untuk kesehatan. Keadaan tubuh di mana komposisi zat makanan tidak seimbang disebut malnutrisi.

Karbohidrat

Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, bahan pembentuk protein dan lemak, serta menjaga keseimbangan asam dan basa di dalam tubuh.
Zat ini mengandung unsur C, H, dan O.
Karbohidrat dibedakan menjadi:
  1. Monosakarida atau gula sederhana; merupakan gula yang tidak dapat dipecah menjadi gula yang lebih sederhana lagi.
  2. Gula majemuk atau gula kompleks; merupakan gula yang dapat dipecah menjadi gula tunggal (monosakarida).
                Gula majemuk dibedakan menjadi:
1)      Disakarida  Contoh dari disakarida adalah sukrosa, laktosa, dan maltosa
2)      Polisakarida Contoh polisakarida adalah selulosa, glikogen, dan amilum.

Sakarida berasal dari bahasa Yunani yang berarti gula

Setiap reaksi pemecahan glukosa akan menghasilkan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat).
Larutan untuk menguji keberadaan amilum pada makanan adalah larutan lugol. Sedangkan untuk pengujian gula dapat menggunakan larutan Fehling A dan B, maupun reagen Benedict.



Protein

Protein tersusun dari unsur-unsur C, H, O, dan N serta kadang-kadang juga mengandung unsur P dan S. Satu molekul protein tersusun dari beberapa asam amino. Terdapat 20 macam asam amino. Delapan diantaranya, disebut asam amino esensial yang harus didatangkan dari luar tubuh melalui makanan, yaitu; isoleusin, leosin, lisin, metionin, fenilalanin, treonin, triptofan, dan valin.
Protein berfungsi sebagai sumber energi, bahan penting untuk plasma sel, zat pembangun, pengganti sel-sel yang rusak, pembentuk enzim, hormon, dan antibodi, serta mempertahankan viskositas darah.
Protein terdapat pada beberapa makanan, seperti telur, ikan, daging, susu, belut, udang, cumi-cumi, hati, ginjal, otak, keledai, kacang tanah, petai, gandum, kepiting, ranjungan.
Larutan untuk menguji keberadaan protein pada makanan adalah biuret atau reagen Milllon Nase.

Lemak

Lemak tersusun dari unsur-unsur C, H, O. Lemak merupakan sumber energi yang menyediakan kalori terbanyak bagi tubuh. Selain itu, lemak juga berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, K, dan zat lain., pembangun bagian tubuh, pebagai alas organ (bantalan), serta pelindung tubuh dari suhu rendah.
Lemak dibedakan menjadi tiga; lemak sederhana (lemak dan minyak), lemak campuran (fasfolipid dan lipoprotein), serta lemak asli (asam lemak dan sterol).
Selain itu, lemak juga dibedakan berdasarkan tingkat kejenuhannya:
  1. Asam lemak jenuh
Dalam suhu kamar biasanya berbentuk padat. Asam lemak ini banyak terdapat pada lemak hewan, misalnya mentega dan gajih. Asam lemak ini dapat meningkatkan kolestrol yang dapat memberi masalah pada jantung dan pembuluh darah.
  1. Asam lemak tak jenuh
Asam lemak ini banyak terdapat pada lemak nabati dan biasanya berbentuk cair.
Untuk mengetahui keberadaan lemak pada suatu makanan, dapat menggunakan kertas minyak.

Vitamin

Vitamin sangat dibutuhkan oleh tubuh walaupun dalam jumlah yang kecil. Vitamin berfungsi sebagai regulator (pengatur). Zat ini juga berperan penting terhadap pertumbuhan, pemeliharaan kesehatan, dan reproduksi. Kekurangan vitamin dapat menderita avitaminosis. selengkapnya Klasifikasi Vitamin

Tuesday, March 22, 2016

Keseimbangan Benda Tegar


Torsi / Momen Gaya

Torsi atau momen gaya adalah hasil kali antara gaya F dan lengan momennya. Torsi dilambangkan dengan lambang τ (tau)


Satuan dari torsi adalah Nm (Newton meter).
Keterangan:
  • τ : torsi (Nm)
  • r : jarak (yang tegak lurus) ke poros (meter)
  • F : gaya (Newton)
  • θ : sudut antara gaya F terhadap sumbu X 
Momen Inersia

Momen inersia adalah hasil kali partikel massa dengan kuadrat jarak tegak lurus partikel dari titik poros.

Satuan dari momen inersia adalah kg m² (Kilogram meter kuadrat).
Besaran momen inersia dari beberapa benda.
Keterangan:
  • I : momen inersia (kg m²)
  • M : massa (kg) 
  • r : jarak (yang tegak lurus) ke poros (meter)
Hubungan antara torsi dengan momen inersia

Hukum II Newton tentang rotasi

Keterangan:
  • I : momen inersia (kg m²)
  • α : percepatan sudut (rad/s²)
  • τ : torsi (Nm)

Syarat Keseimbangan Translasi

Σ Fx = 0
Σ F
y = 0

Syarat Keseimbangan Translasi dan Rotasi

Σ Fx = 0
Σ F
y = 0
Σ τ = 0

Monday, March 21, 2016

Pegemasan Dan Pengawetan Produk Hasil Bahan Nabati

Pengemasan seringkali menjadi salah satu faktor penentu kesuksesan suatu produk olahan dipasar. Oleh karna itu, peran teknis, ekonomis, dan juga sosial dari pengemasan harus dipahami dengan baik.

Fungsi-fungsi ini tentu saja harus didukung oleh adanya pelebelan yang baik. Pelabelan yang baik dapat meningkatkan posisi produk di pasar dan dapat berkontribusii dalam mendukung kesuksesan produk satu hal penting harus diingat adalah pelebelan harus jujur dan informative. Pelebelan harus mengikuti peraturan pemerintah No. 69 Tahun 2000 tentang pelebelan dan iklan pangan.

Kemasan yang baik tentunya harus dapat memenuhi haraapan konsumen. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memenuhi harapan konsumen adalah sebagai berikut.

  1. Kemasan harus dapat melindungi isi dengan baik, mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah dibawa.
  2. Bentuk dan ukuran menarik serta sesuai kebutuhan.
  3. Labeling harus jelas dan komplit.
  4. Bahan kemasan harus ramah lingkungan.
Fungsi Kemasan
  • ·         Fungsi Perlindungan, meliputi melindungi isi dari kerusakan fisik, perubahan kadar air, dan sinar matahari
  • ·         Fungsi Penanganan, meliputi kemudahan dalam membuka, mudah dalam tahap penanganan, pengangkutan dan distribusi ; mempunyai fisik yang baik, efisien, ekonomis ; aman untuk lingkungan ; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai norma dan standar yang ada ; mudah dibuang dan mudah di bentuk atau dicetak ;
  • ·         Fungsi Pemasaran, meliputi menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik, dan penampilan kemasan.


Jenis dan Bahan
  • ·         Kemasan Primer : Kemasan yang berhubungan langsung dengan produk, ukurannya relatif kecil dan biasa disebut kemasan eceran. Contoh : air putih (cup), botol mizon*, botol aqu*
  • ·         Kemasan Sekunder : Kemasan kedua yang berisi sejumlah kemasan primer, kemasan ini tidak kontak langsung dengan produk yang dikemas. Contoh : kemasan krat kayu untuk sirup dalam botol.
  • ·         Kemasan Tersier : Bahan Kemasan kemasan tersier adalah kemasan yang banyak diperuntukan sebagai kemasan transport. Contoh : container dan kotak karton gelombang


Bahan Kemasan

Bahan-bahan kemasan yang umumnya digunakan yaitu :
1. Logam
2. Gelas
3. Plastic
4. Kertas
5. flexsibel.

Persyaratan Kemasan

1. Kemasan harus melindungi isi : dari pengaruh luar, pengaruh dalam, dan menjaga kestabilan mutu agar tetap sama.
2. Kemasan harus menjadi media penandaan terhadap barang yang dikemas sehingga label harus tercetak dengan jelas dan komplit.
3. Kemasan harus mudah dibukadan mudah ditutup kembali serta berdesain atraktif
4. Kemsan harus dapat mempromosikan diri sendiri jika dipajang etalase toko swalayan.
5. Bahan kemasan harus ramah lingkungan dan dapat didaur ulang

Pelabelan

Label dan pelabelan berkaitan dengan fungsi pengemasan, yaitu fungsi identifikasi. Fungsi identifikasi mengandung arti bahwa kemasan harus berbicara kepada konsumen ; memberikan informasi tentang bahan yang dikemas, cara menggunakan produk, cara penganganan kemasan bekas, kapan tanggal kadaluarsa, komposisi produk,  ukuran, volume, bobot, dan siapa produsennya, lokasi produksi, customer service, identifikasi persyaratan lingkungan.

Label juga harus mengikuti UU Pangan No.7 Tahun 1996 Pasal 30 Bab IV menyebutkan bahwa “setiap orang yang memproduksi atau memasukan ke dalam wilayah Indonesia, pangan yang dikemas untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label pada, didalam dan atau dikemasan pangan”

Label yang dimaksud adalah sekurang-kurangnya :

1.       Nama Produk
2.       Nama dagang
3.       Komposisi
4.       Berat/isi bersih
5.       Nama dan alamat produsen
6.       Nomor pendaftaran (PIRT/MD)
7.       Tanggal/bulan dan tahun kadaluarsa
8.       Kode Prouduksi

Konsep Strategi Pemasaran

Konsep Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran 4P (Marketing Mix)


Pengertian Strategi Pemasaran

Sebelum penjelasan lebih lanjut mungkin sebaiknya kita harus paham dan mengerti terlebih dahulu mengenai apa itu strategi pemasaran. Perencanaan strategi pemasaran produk memberikan dasar bagi perusahaan untuk mengambil langkah yang efektif untuk masa yang akan datang.

Strategi Pemasaran menurut W. Y. Stanton adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial


Hal-Hal perlu dipertimbangkan sebelum menerapkan Strategi Pemasaran Produk

Menerapkan Strategi pemasaran di awali dengan menganalisa secara keseluruhan dari situasi perusahaan Pemasar harus melakukan Analisis SWOT (SWOT analysis), di mana ia menilai kekuatan (strengths [S]), kelemahan (weaknesses [W]), peluang (opportunities [O]), dan ancaman (threats [T]) perusahaan secara keseluruhan.

  • Kekuatan (Strengths) meliputi kemampuan internal, sumber daya, dan faktor situasional positif yang dapat membantu perusahaan melayani pelanggannya dan mencapai tujuannya
  • Kelemahan (Weaknesses) meliputi keterbatasan internal dan faktor situasional negatif yang dapat menghalangi performa perusahaan
  • Peluang (Opportunities) adalah faktor atau tren yang menguntungkan pada lingkungan eksternal yang dapat digunakan perusahaan untuk memperoleh keuntungan
  • Dan ancaman (Threats) adalah faktor pada lingkungan eksternal yang tidak menguntungkan yang menghadirkan tantangan bagi performa perusahaan 


Strategi Pemasaran berorientasi menciptakan nilai tambah bagi pelanggan dan membangun hubungan relationship dengan pelanggan

Menciptakan nilai tambah dengan memahami kebutuhan pasar meliputi keinginan pelanggan, melakukan riset pelanggan dan pasar, menata informasi pemasaran dan data pelanggan, membangun metode pemasaran yang terintegrasi dan memberikan nilai tambah, membangun hubungan yang saling menguntungkan dalam menciptakan kepuasan pelanggan 


Faktor utama yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam Strategi Pemasaran

Dalam strategi pemasaran, ada bebarapa faktor utama yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan yaitu :
  • ·         Siklus Daur hidup produk, Strategi harus disesuaikan dengan tahap-tahap daur hidup, yaitu tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap kemunduran.
  • ·         Tingkat persaingan perusahaan di pasar, Strategi pemasaran harus bisa disesuaikan dengan posisi perusahaan dalam tingkat persaingan, apakah dalam kategori memimpin, menantang, mengikuti atau hanya mengambil sebagian kecil dari ceruk pasar.
  • ·         Keadaan ekonomi, Strategi pemasaran harus disesuaikan dengan situasi ekonomi, perusahaan harus memandang ke depan dan mengembangkan strategi jangka panjang untuk memenuhi kondisi yang sedang berubah dalam industri mereka dan memastikan kelangsungan perusahaan pada jangka panjang


Langkah-Langkah Penerapan Strategi Pemasaran

Penerapan Strategi Pemasaran melalui langkah-langkah sebagai berikut: 

  • Segmentasi Pasar (Market Segmentation), adalah tindakan membagi pasar menjadi kelompok pembeli berbeda dengan kebutuhan, karakteristik, atau perilaku berbeda yang mungkin memerlukan produk atau bauran pemasaran terpisah
  •  Penetapan Target Pasar (Market Targeting), yaitu proses mengevaluasi daya tarik masing-masing segmen pasar dan memilih satu atau lebih segmen yang akan dilayani, penetapan sasaran pasar terdiri dari merancang strategi untuk membangun hubungan yang benar dengan pelanggan yang tepat, atau sebuah perusahaan besar mungkin memutuskan untuk menawarkan ragam produk yang lengkap dalam melayani seluruh segmen pasarnya, sebagian besar perusahaan memasuki pasar baru dengan melayani segmen tunggal, dan jika hal ini terbukti berhasil, mereka menambahkan segmen
  • Diferensiasi dan Posisi Pasar (Differentiation & Positioning),perusahaan harus memutuskan bagaimana mendifferensiasikan penawaran pasarnya untuk setiap segmen sasaran dan posisi apa yang ingin ditempatinya dalam segmen tersebut, posisi produk adalah tempat yang diduduki produk relatif terhadap pesaingnya dalam pikiran konsumen, pemasar ingin mengembangkan posisi pasar unik bagi produk mereka. Jika sebuah produk dianggap sama persis dengan produk lainnya di pasar,  konsumen tidak mempunyai alasan untuk membelinya. 

Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Terintegrasi

Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka perusahaan diharapkan untuk menerapkan dan merencanakan rincian bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan kumpulan alat pemasaran taktis terkendali – produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran.

Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari "empat P" yaitu:

  • Produk (product) , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran meliputi : ragam, kualitas, gesain. fitur, nama merek,  dan kemasan.
  • Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit
  • Tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik
  • Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
Program pemasaran yang efektif harus dapat memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam suatu program pemasaran terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan dengan menghantarkan nilai bagi konsumen.

Sebelum membangun dan menerapkan 4 P diatas, pemasar sebaiknya memikirkan terlebih dahulu “empat C” seperti yang diungkapkan oleh Ir. Fl. Titik Wijayanti, MM, dalam bukunya Marketing Plan! Perlukah Managing Marketing Plan? yang terdiri dari:


  • Solusi Pelanggan (Customer Solution), Produk dapat membantu dan mampu memecahkan masalah konsumen
  • Biaya Pelanggan (Customer Cost), Harga yang dibayarkan konsumen untuk membeli produk tersebut sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya.
  • Kenyamanan (Convenience), Produk tersebut mampu menyenangkan konsumen karena mudah diperoleh di mana-mana
  • Komunikasi (Communication), Produsen melakukan komunikasi produk kepada konsumen secara benar dan tepat sasaran.


Sumber Referensi: Prinsip-prinsip Pemasaran” oleh Philip Kotler & Gary Armstrong. 2008., edisi 12. Penerbit Erlangga  Jakarta

Strategi 4P, Product, Price, Place, Promotion

Mengembangkan Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran Terintegrasi


Setelah strategi pemasaran ditetapkan maka perusahaan diharapkan untuk menerapkan dan merencanakan rincian bauran pemasaran (Marketing Mix) merupakan kumpulan alat pemasaran taktis terkendali – produk, harga, tempat, dan promosi yang dipadukan perusahaan untuk menghasilkan respons yang diinginkan di pasar sasaran.

Bauran pemasaran terdiri dari semua hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk mempengaruhi permintaan akan produknya yang terdiri dari “empat P” yaitu:
  • Produk (product) , kombinasi barang dan jasa yang ditawarkan perusahaan kepada pasar sasaran meliputi : ragam, kualitas, gesain. fitur, nama merek,  dan kemasan.
  • Harga (price), adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk memperoleh produk meliputi: daftar harga, diskon potongan harga, periode pembayaran, dan persyaratan kredit
  • Tempat (place), kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran meliputi: Lokasi, saluran distribusi, persediaan, transportasi dan logistik
  • Promosi (promotion) berarti aktivitas yang menyampaikan manfaat produk dan membujuk pelanggan membelinya meliputi : Iklan dan promosi penjualan.
Program pemasaran yang efektif harus dapat memadukan semua elemen bauran pemasaran ke dalam suatu program pemasaran terintegrasi yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran perusahaan dengan menghantarkan nilai bagi konsumen.

Analisis SWOT

Pengertian 

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT.
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut. 
Analisis SWOT dapat diterapkan dengan cara menganalisis dan memilah berbagai hal yang mempengaruhi keempat faktornya, kemudian menerapkannya dalam gambar matrik SWOT.

NB: Teknik ini dibuat oleh Albert Humphrey, yang memimpin suatu proyek riset pada Universitas Stanford tepatnya dasawarsa 1960 an dan 1970 an dengan menggunakan data dari perusahaan-perusahaan Fortune 500.

Penjelasan mengenai 4 (empat) komponen analisis SWOT, yaitu :

  1. Strenght (S) yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini.  Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.
  2. Weaknesses (W) yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.
  3. Opportunity (O) yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang akan depan atau masa yang akan datang.
  4. Threats (T) yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Manfaat analsis SWOT

Metode analisis SWOT bisa dianggap sebagai metode analisis yangg paling dasar, yang bermanfaat untuk melihat suatu topik ataupun suatu permasalahan dari 4 empat sisi yang berbeda. Hasil dari analisa biasanya berupa arahan ataupun rekomendasi untuk mempertahankan kekuatan dan untuk menambah keuntungan dari segi peluang yang ada, sambil mengurangi kekurangan dan juga menghindari ancaman. Jika digunakan dengan benar, analisis ini akan membantu untuk melihat sisi-sisi yang terlupakan atau tidak terlihat selama ini. Dari pembahasan diatas tadi, analisis SWOT merupakan instrumen yang bermanfaat dalam melakukan analisis strategi. Analisis ini berperan sebagai alat untuk meminimalisasi kelemahan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau organisasi serta menekan dampak ancaman yang timbul dan harus dihadapi.

Sunday, March 20, 2016

Unsur 6M dalam Prakarya dan Kewirausahaan

Unsur 6M + 1I Menyangkut Sumber Daya Usaha

6M atau yang dikenal dengan Manajemen adalah proses yang dilakukan oleh satu atau beberapa orang untuk mengkoordinir aktifitas orang lain guna mencapai hasil-hasil yang tidak dapat dicapai oleh kegiatan seorang diri saja.
Unsur-unsur tersebut lebih dikenal dengan sebutan 6M + 1I, yaitu man, money, material, machine, method, dan information. Setiap unsur tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Manajemen tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya unsur-unsur tersebut.


Man (Manusia)

Dalam pendekatan ekonomi, sumber daya manusia adalah salah satu faktor produksi selain tanah, modal, dan keterampilan. Pandangan yang menyamakan manusia dengan faktor-faktor produksi lainnya dianggap tidak tepat baik dilihat dari konsepsi, filsafat, maupun moral. Manusia merupakan unsur manajemen yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Money (Uang)

Money atau uang merupakan salah satu unsur yang tidak dapat diabaikan. Uang merupakan alat tukar & alat pengukur nilai. Besar-kecilnya hasil kegiatan dapat diukur dari jumlah uang yg beredar dalam perusahaan. Oleh karena itu uang merupakan unsur yang penting untuk mencapai tujuan karena segala sesuatu harus diperhitungkan secara rasional. Hal ini akan berhubungan dengan berapa uang yang harus disediakan untuk membiayai gaji tenaga kerja, alat-alat yang dibutuhkan & yang harus dibeli serta berapa hasil yangg akan dicapai dari sesuatu organisasi.

Material (Bahan baku)

Perusahaan umumnya tidak menghasilkan sendiri bahan mentah yang dibutuhkan tersebut, melainkan membeli dari pihak lain. Untuk itu, manajer perusahaan berusaha untuk mem peroleh bahan mentah denganharga yang paling murah, dengan meng gunakan cara pengangkutan yang murah dan aman. Di samping itu, bahan mentah tersebut akan diproses sedemikian rupa sehingga dapat dicapai hasil secara efisien.

Machine (Mesin)

Mesin mulai memegang peranan penting dalam proses produksi setelah terjadinya revolusi industri dengan ditemukannya mesin uap sehingga banyak pekerjaan manusia yang digantikan oleh mesin. Perkembangan teknologi yang begitu pesat, menyebabkan penggunaan mesin semakin menonjol. Hal ini karena banyaknya mesin-mesin baru yang ditemukan oleh para ahli sehingga memungkinkan peningkatan dalam produksi.

Method (Metode)

Metode kerja sangat dibutuhkan agar mekanisme kerja berjalan efektif dan efisien. Metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, baik yang menyangkut proses produksi maupun administrasi tidak terjadi begitu saja melainkan memerlukan waktu yang lama. Bahkan sering terjadi, untuk memperoleh metode kerja yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, pimpinan perusahaan meminta bantuan ahli. Hal ini dilakukan karena penciptaan metode kerja, mekanisme kerja, serta prosedur kerja sangat besar manfaatnya.

Market (Pasar)

Memasarkan produk sudah barang tentu sangat penting sebab bila barang yang diproduksi tidak laku, maka proses produksi barang akan berhenti. Artinya, proses kerja tidak akan berlangsung. Oleh sebab itu, penguasaan pasar dalam arti menyebarkan hasil produksi merupakan faktor menentukan dalam perusahaan. Agar pasar dapat dikuasai maka kualitas dan harga barang harus sesuai dengan selera konsumen dan daya beli (kemampuan) konsumen.

Information (Informasi)

Informasi sangat dibutuhkan agar hasil dari suatu hal dikerjakan dapat lebih sempurna. Suatu proses pekerjaan tidak akan berkembang dengan baik jika tidak bisa menerima dan menyaring informasi dari luar.