Sunday, July 24, 2016

Vitamin dan Nutrisi yang Baik Untuk Mata

Mata merupakan bagian dari ke 5 indera tubuh kita yang sangat kompleks, dimana yang sangat membutuhkan perawatan yang baik supaya penglihatan Anda tetap sehat, jernih, dan setajam mungkin.

Walaupun tubuh kita sudah memiliki system sendiri untuk menjaga mata dari kerusakan, namun kita juga perlu untuk mensuplai bahan yang tepat yang dibutuhkannya. Dengan demikian, apapun yang Anda makan adalah sangat penting bagi kesehatan mata Anda.

Jika Anda kurang asupan nutrisi yang dibutuhan, maka tubuh Anda bisa tak mampu lagi untuk mencegah keausan akibat dari penggunaannya sehari-hari. Hal ini bisa dimanifestasikan menjadi masalah penglihatan umum yang mungkin bisa saja terjadi sewaktu-waktu, seperti rabun (miopi dan hipermetropi, katarak, atau bahkan hingga kebutaan.

Berikut adalah beberapa nutrisi yang sangat dibutuhkan untuk membantu menjaga kesehatan mata Anda :

Vitamin A

Sangta umum dikenal banyak orang bahwa Vitamin A adalah vitamin yang paling bermanfaat bagi mata. Pentingnya Vitamin A bagi kesehatan mata memang sudah tak terbantahkan lagi, dan kabar baiknya adalah vitamin ini banyak terdapat pada sebagian besar makanan yang kita makan. Tak hanya wortel, labu kuning, ubi jalar, pepaya, dan banyak jenis buah-buahan lain mengandung nutrisi ini. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan rabun senja, atau menurunnya penglihatan dimalam hari. Kunci sehat untuk menjaga mata supaya tetap sehat adalah mengkonsumsi berbagai macam jenis buah-buahan dan sayuran berwarna, serta makanan sehat lain seperti ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Makan makanan ini secara teratur akan membantu mencegah dari penyakit mata dan menjaga penglihatan tetap optimal untuk tahun-tahun berikutnya.

Asam lemak Omega 3

Tak hanya dibutuhkan bagi kecerdasan Otak dan fungsi organ tubuh lainnya, Omega 3 juga sangat diperlukan untuk mata. DHA dan EPA, merupakan dua bentuk dari omega 3 yang membantu menjaga fungsi mata tetap sehat dan pengembangan berbagai bagian dari mata. Makanan sumber Omega 3 yang baik adalah ikan laut berlemak, seperti ikan salmon, sarden, ikan haring, tengiri, cakalang, dll. DHA juga ditemukan dalam makanan nabati seperti rumput laut dan kacang-kacangan, seperti biji rami atau walnut, kenari, dsb. Minyak sayur juga merupakan sumber asam lemak omega 3. Baca lebih banyak tentang omega 3 dan manfaatnya

Lutein

Lutein dan Zeaxanthin adalah dua nutrisi penting yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau seperti kangkung, bayam, sawi, dsb. Nutrisi ini membantu mata dengan jalan melindunginya dari sinar UV-A sinar matahari yang berbahaya. Dengan demikian hal ini akan mengurangi risiko degenerasi makula (menurunnya fungsi penglihatan) terkait usia, merupakan penyebab utama kebutaan. Namun tubuh kita memerlukan bantuan lemak supaya bisa menyerap Lutein dan Zeaxanthin, jadi minyak zaitun yang ditambahkan pada salad bisa membantu.

Vitamin C dan vitamin E

Sudah diketahui bahwa sinar matahari dapat menyebabkan kerusakan pada mata karena sinar UV-nya yang berbahaya. Vitamin C dan E adalah dua nutrisi yang bersifat antioksidan, yang membantu menyerap sebagian dari molekul perusak dari radiasi matahari. Hal ini sama dengan Lutein dan Zeaxanthin yang juga membantu mencegah penyakit katarak dan degenerasi makula. Jeruk terkenal akan sumber vitamin C-nya yang tinggi, namun paprika merah ternyata memiliki kandungan vitamin C tiga kali lipat lebih banyak. Brokoli juga tinggi mengandung vitamin yang memiliki nama kimia asam askorbat ini. Kacang-kacangan, ubi jalar, sayuran berdaun hijau, dan jenis minyak jenis tertentu seperti minyak bunga matahari, biji gandum dan minyak zaitun tinggi mengandung vitamin E.

Zinc (seng)

Seng atau Zinc juga berperan penting pada mata, yaitu membantu mengirim vitamin A dari hati ke retina untuk memproduksi melanin. Zinc juga terkonsentrasi di sekitar retina dan jaringan pembuluh darah di sekitar mata. Makanan kaya akan zinc adalah Tiram dan daging merah. Kacang-kacangan seperti kacang merah dan buncis juga merupakan alternartif yang baik yang menyediakan seng.


Thursday, June 16, 2016

Pengertian Gradien Garis dan Koordinat Kartesius

Sistem koordinat Kartesius. Terdapat empat titik yang ditandai: (2,3) titik hijau, (-3,1) titik merah, (-1.5,-2.5) titik biru, dan (0,0), titik asal, yang berwarna ungu.


Sistem Koordinat Kartesius

Dalam matematika, Sistem koordinat Kartesius digunakan untuk menentukan tiap titik dalam bidang dengan menggunakan dua bilangan yang biasa disebut koordinat x (absis) dan koordinat y (ordinat) dari titik tersebut.

Istilah Kartesius digunakan untuk mengenang ahli matematika sekaligus filsuf dari Perancis Descartes, yang perannya besar dalam menggabungkan aljabar dan geometri (Cartesius adalah latinisasi untuk Descartes). Hasil kerjanya sangat berpengaruh dalam perkembangan geometri analitik, kalkulus, dan kartografi.

Ide dasar sistem ini dikembangkan pada tahun 1637 dalam dua tulisan karya Descartes. Pada bagian kedua dari tulisannya Discourse on the Method, ia memperkenalkan ide baru untuk menggambarkan posisi titik atau objek pada sebuah permukaan, dengan menggunakan dua sumbu yang bertegak lurus antar satu dengan yang lain. Dalam tulisannya yang lain, La Géométrie, ia memperdalam konsep-konsep yang telah dikembangkannya.


Gradien

Rumus dasar :


Sekarang kita perhatikan rumus diatas. Y harus sendiri disebelah kiri dan tidak boleh ada angka selain satu didepannya. Misalnya tidak boleh 2y, 3y, -2y atau selebihnya. Pokoknya "y" harus "y", tidak boleh ada angka selain 1 didepannya.
Kemudian gradien adalah adalah m. "m"adalah angka didepan x.

Contoh 1 :


Contoh 2 :



Absis

Absis (bahasa Inggris: abscissa; bentuk jamak abscissaeabscissæ atauabscissas), di dalam matematika, adalah jarak tegak lurus suatu titik dari sumbu-y. Absis merupakan unsur pertama dari pasangan terurut dari dua suku (xy) pada sistem koordinat Kartesius untuk mengalamatkan suatu titik, di dalam sumbu sistem koordinat tegak lurus tetap. Absis juga dikenal sebagai koordinat "x" suatu titik, yang ditunjukkan pada garis mendatar. Koordinat kedua, atau ordinat, juga dikenal sebagai koordinat "y" suatu titik, yang ditunjukkan pada garis tegak.

Ordinat

Ordinat (bahasa Inggris: ordinate), di dalam matematika, adalah adalah jarak tegak lurus suatu titik dari sumbu-x. Ordinat merupakan unsur kedua dari pasangan terurut dua suku (xy) untuk mengalamatkan suatu titik, di dalam sumbu sistem koordinat tegak lurus tetap (dalam sistem koordinat Kartesius). Ordinat juga dikenal sebagai koordinat "y" suatu titik, yang ditunjukkan pada garis vertikal. Koordinat pertama, atau absis, juga dikenal sebagai koordinat "x" suatu titik, yang ditunjukkan pada garis tegak.

Kesimpulan

Dalam istilah dari pelajaran koordinat kartesius
absis elemen x, ordinat elemen y.
absis dan ordinat membentuk titik koordinat


contoh: titik A(4,-3), artinya absisnya 4, ordinatnya -3

Thursday, June 9, 2016

Perbedaan Kalimat Verbal dan Nominal

Ada 2 jenis kalimat dalam bahasa Inggris yaitu kalimat nominal (predikat tidak menggunakan VERB) kalimat verbal (predikat menggunakan VERB). Jadi, dalam sebuah kalimat bahasa inggris jika kalimat tersebut sudah menggunakan To Be maka tidak ada Verb dan begiru pula sebaliknya jika dalam kalimat sudah menggunakan Verb maka tidak ada ToBe didalamnya.


Memang ada beberapa kalimat yang menggunakan To Be dan Verb dalam satu kalimat tetapi itu akan merubah arti kalimat tersebut (misal dari arti kalimat aktif ke kalimat pasif). Agar dapat lebih jelas silahkan perhatikan penjelasan dibawah ini:


I.                    Kalimat Nominal (Nominal Sentence)

Kalimat Nominal (Nominal Sentence) adalah kalimat yang predikatnya bukan kata kerja atau dengan kata lain kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa tobe. Penggunaan tobe ini tergantung dari penggunaan tenses dan tergantung dari Subjek kalimatnya (jamak atau tunggal). Jika kalimat tersebut adalah kalimat Simple Present Tense maka tobe yang harus digunakan adalah AM, IS dan ARE. Tobe bisa diartikan adalah atau bisa juga tidak diartikan, tobe muncul karena tidak ada Verb (kata kerja) dalam kalimat. Mari kita lihat contohnya dalam kalimat dibawah ini:

  1. They are soldiers
(Mereka adalah tentara)
       2. I am a student.

          (Saya adalah seorang siswa)

       3. We are dancers.

          (Kami adalah penari)

       4. You are clever.

          (Kamu pintar)

        5. They are beautiful.

          (Mereka cantik)

        6. He is in the classroom.

           (Dia laki-laki ada di dalam kelas)

Kemudian jika kalimat tersebut adalah Simple Past Tense maka tobe yang harus digunakan adalah WAS and WERE. Coba lihat dalam contoh kalimat dibawah ini:

  1. I was a student last year.
(Saya adalah seorang siswa tahun lalu)

  1. They were teacher last month.
(Mereka adalah guru bulan lalu)

  1. You were beautiful
(Kamu cantik)

  1. He was in the hospital yesterday.
(Dia laki-laki berada di rumah sakit kemarin)

  1. Tommy was in his home last night.
(Tommy berada di rumahnya semalam)

Dari contoh kalimat di atas semua kalimat tidak mengandung kata kerja melainkan menggunakan tobe yang disesuaikan dengan tensesnya dan subjek dalam kalimatnya. Dan biasanya tobe diikuti kata selain kata kerja (verb) contohnya: kata benda (noun) seperti student, soldierkata sifat (adjective) sepertibeautiful, clever dan kata keterangan(adverb) seperti: the classroom, the kitchen. Sehingga dengan demikian kalimat tersebut disebut kalimat nominal (nominal sentence).

I.                    Kalimat Verbal (Verbal Sentence)

Kalimat Verbal (Verbal Sentence) adalah kalimat yang mengandung kata kerja (verb), atau dengan kata lain kalimat verbal itu adalah kalimat yang predikatnya adalah kata kerja (verb). Sebagai contoh adalah kalimat dalam Simple Present Tense:

  • go to school every morning.
(Saya pergi ke sekolah setiap pagi)

  • She studies English in the class.
(Dia perempuan belajar bahasa Inggris di kelas)

  • You play football in the yard.
(Kami bermain sepak bola di halaman)

  • We finish their homework.
(Mereka menyelesaikan pekerjaan rumahnya)

  • Fikri speaks English fluently
(Fikri berbicara bahasa Inggris dengan lancar)

Mari kita lihat contoh lain dari kalimat verbal dalam bahasa inggris. Dibawah ini adalah contoh kalimat verbal di dalam Simple Past Tense:

  • Rizki sent me two letters yesterday.
(Rizki mengirimiku dua surat kemarin)

  • The students played at the school yard.
(Murid-murid tersebut bermain di halaman sekolah)

  • He got much money.
(Dia laki-laki mendapatkan banyak uang)

  • The teacher wrote on the whiteboard.
(Guru tersebut menulis di papan tulis)

  • Ali went to Jakarta last night.
(Ali pergi ke Jakrta tadi malam)

Dari contoh kalimat diatas dapat kita simpulkan bahwa semua kalimat diatas menggunakan kata kerja (verb) sebagai predikatnya yaitu: gostudyplayfinishspeak, studied, went, dst. Sehingga dengan demikian kalimat tersebut disebut kalimat verbal (verbal sentence).
Demikian sedikit perbedaan kalimat verbal dan nominal dalam bahasa Inggris. Dan dapat disimpulkan bahwa dalam kalimat bahasa Inggris jika suatu kalimat sudah menggunakan verbmaka tidak menggunakan tobe begitu juga sebaliknya jika kalimat tersebut menggunakantobe maka tidak ada verb didalamnya.
Tetapi dalam beberapa kasus terdapat kalimat yang didalamnya menggunakan tobe dan verb secara bersamaan tetapi itu akan merubah arti kalimat tersebut


source: tertera pada gambar

Turunan Trigonometri Pengertian dan Contoh Soal

Definisi


Turunan atau Derivatif dalam ilmu kalkulus merupakan pengukuran terhadap bagaimana fungsi berubah seiring perubahan nilai input.
Proses dalam menemukan turunan disebut diferensiasi.
·         y' adalah simbol untuk turunan pertama
·         y’’ adalah simbol untuk turunan kedua
·         y’’’ adalah simbol untuk turunan ketiga
·         dst
·         simbol lainnya selain y’ dan y’’ adalah  http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfrac%20%7Bdy%7D%7Bdx%7D dan http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cfrac%20%7Bd%5E2y%7D%7B%28dx%29%5E2%7D

Untuk menentukan turunan trigonometri sama dengan konsep awal mencari turunan
Dimana http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Clim_%7Bh%5Crightarrow%200%7D%20%5Cfrac%7Bf%28x+h%29-f%28x%29%7D%7Bh%7D maka hasilnya :
Turunan Trigonometri dasar
y = sin x maka y’ = cos x
y = cos x maka y’ = – sin x
y = tan x maka y’ = sec2 x
y = cot x maka y’ = -csc2 x
y = sec x maka y’ = sec x tan x
y = csc x  maka y’ = -csc x cot x

Sifat-sifat
y = uv  maka y’ = u’v + uv’

http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cdpi%7B100%7D%20%5Cfn_jvn%20y%3D%5Cfrac%7Bu%7D%7Bv%7D  maka http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cdpi%7B100%7D%20%5Cfn_jvn%20y%27%3D%5Cfrac%7Bu%27v-uv%27%7D%7Bv%5E%7B2%7D%7D


Contoh soal 1

Turunan pertama dari y = sin 2x adalah ….
Jawab :
y = sin 2x = 2 sin x cos x
maka u = 2 sin x  dan v = cos x
sehingga u’ = 2 cos x dan v’ = – sin x
maka bisa ditulis
y = uv
dan
y’ = u’v + uv’
y’ = 2 cos x cos x + 2 sin x (- sin x)
y’ = 2 cos2 x – 2 sin2 x
y’ = 2 (cos2 x – sin2 x)
y’ = 2 cos 2x

Dengan cara yang sama bisa kita simpulkan
y = cos 2x maka y’ = – 2 sin 2x
Secara umum bisa kita tulis
y = sin ax maka y’ = a cos ax
y = cos ax maka y’ = – a sin ax
y = tan ax maka y’ = a sec2 ax
y = cot ax maka y’ = – a csc2 ax
y = sec ax maka y’ = a sec ax tan ax
y = csc ax  maka y’ = – a csc ax cot ax

Contoh Soal 2

Tentukan turunan pertama dari
http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cdpi%7B100%7D%20%5Cfn_jvn%20y%3D%5Cfrac%7B5%5Csin%203x+%204%7D%7B2%5Csin3x%20+%206%7D
Jawab :
u = 5 sin 3x + 4 maka u’ = 15 cos 3x
v = 2 sin 3x + 6 maka v’ = 6 cos 3x
http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cdpi%7B100%7D%20%5Cfn_jvn%20y%27%3D%5Cfrac%7Bu%27v-uv%27%7D%7Bv%5E%7B2%7D%7D
http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cdpi%7B100%7D%20%5Cfn_jvn%20y%27%3D%5Cfrac%7B15%5Ccos3x%282%5Csin%203x%20+%206%29-%285%5Csin%203x%20+%204%29%286%5Ccos%203x%29%7D%7B%282%5Csin%203x%20+%206%29%5E%7B2%7D%7D
http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cdpi%7B100%7D%20%5Cfn_jvn%20y%27%3D%5Cfrac%7B30%5Csin3x%5Ccos3x+90cos3x-30%5Csin3x%5Ccos3x-24%5Ccos3x%7D%7B%282%5Csin%203x%20+%206%29%5E%7B2%7D%7D
http://latex.codecogs.com/gif.latex?%5Cdpi%7B100%7D%20%5Cfn_jvn%20y%27%3D%5Cfrac%7B66%5Ccos%203x%7D%7B%282%5Csin%203x%20+%206%29%5E%7B2%7D%7D

Teorema Rantai

y = sin p(x) maka y’ = cos p(x).p'(x)
y = cos p(x) maka y’ = – sin p(x).p'(x)
y = tan p(x) maka y’ = sec2 p(x).p'(x)
y = cot p(x) maka y’ = -csc2 p(x).p'(x)
y = sec p(x) maka y’ = sec p(x) tan p(x).p'(x)
y = csc p(x) maka y’ = -csc p(x) cot p(x).p'(x)

Contoh Soal 3

f(x) = (x3 – 4x2 + 6x – 7)8 maka f ‘(x) = …
Jawab :
f ‘(x) = 8(3x2 – 8x + 6) (x3 – 4x2 + 6x – 7)7 

Contoh Soal 4

f(x) = sin9 x maka f ‘ (x) = …
Jawab :
f(x) = 9 sin8 x cos x

Contoh Soal 5

f(x) = 3 cos x maka f ' ( π/2) = ...
Jawab :
f(x) = 3 cos x
f '(x) = 3 (−sin x)
f '(x) = −3 sin x
π=180
Untuk x = π/2 diperoleh nilai f '(x)
f '(π/2) = −3 sin ( π/2) = −3 (1) = −3

Thursday, May 26, 2016

Jenis-Jenis Teks Dalam Bahasa Inggris

Sama seperti bahasa Indonesia, dalam bahasa Inggris terdapat macam-macam jenis teks, yaitu Descriptive, Procedure, Narative, Recount dan Report. Tiap teks memiliki tujuan dan struktur teks yang berbeda

DESCRIPTIVE DAN PROCEDURE

• Descriptive

Pengertian
Teks descriptive adalah teks yang bertujuan untuk menggambarkan sebuah objek nyata (orang, tempat ataupun hal lainnya).

Tujuan
Memberikan informasi kepada pembaca mengenai ciri-ciri seseorang, benda atau tempat tertentu secara detail agar pembaca merasa seolah-olah melihat sendiri objek yang digambarkan tersebut.

Struktur Teks
- Pengenalan/Identification : ciri-ciri seseorang, benda atau tempat tertentu yang akan dideskripsikan,
- Deskripsi/Description : menggambarkan ciri-ciri seseorang, benda atau tempat tersebut dengan lebih detail dan khusus (seperti bentuk, ukuran, warna, dsb.)

• Procedure

Pengertian
Teks yang menjelaskan cara membuat atau melakukan sesuatu dengan runut, misalnya teks ‘Resep Kue Nastar’.

Tujuan
Memberi petunjuk kepada pembaca untuk melakukan sesuatu melalui serangkaian langkah.

Struktur Teks
- Tujuan/Goal/Aim
- Bahan/Alat/Materials/Tools
- Langkah/Steps/Methods.



RECOUNT DAN REPORT

• Recount

Pengertian
Teks yang menceritakan kembali kejadian yang telah terjadi, dengan menggunakan keterangan waktu yang jelas pada masa lampau

Tujuan
Untuk menceritakan kembali suatu kejadian, peristiwa atau kegiatan di masa lampau kepada pembaca, dengan tujuan memberitakan ataupun menghibur

Struktur Teks
- Pendahuluan/Orientation (memberi informasi mengenai tokoh pelaku atau benda yang terlibat di dalamnya)
- Rangkaian peristiwa yang terjadi (biasanya disampaikan secara urut)/Event
- Kesimpulan dari rangkaian peristiwa yang terjadi/Reorientation (tidak harus selalu ada pada teks Recount)

• Report

Pengertian
Teks Report hampir sama dengan Descriptive, namun di teks Report ini lebih memberikan gambaran umum tidak sedetail Descriptive.

Tujuan
Untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai suatu hal apa adanya, sebagai hasil pengamatan sistematis atau analisis.

Struktur Teks
- Klasifikasi umum/General classification (pengenalan fenomena atau benda yang akan dibicarakan dengan pernyataan umum)
- Deskripsi/Description (uraian atau gambaran bagian-bagian yang umum)



NARATIVE

• Narative

Pengertian
Teks yang menceritakan suatu kejadian mengikuti alur waktu.

Tujuan
Menghibur pembaca dengan kejadian nyata, seolah-olah pembaca mengalami sendiri kejadian tersebut.

Struktur Teks
- Pengenalan latar (tokoh, waktu dan tempat)/Orientation
- Pengembangan konflik/Complication
- Penyelesaian konflik/Reorientation
- Pelajaran yang dapat dipetik oleh pembaca/Reorientation


Contoh Teks Recount & Report + Soal dan Pembahasannya

RECOUNT TEXT
LADY DIANA
  Diana was born in 1961 as the third daughter of Edward John Spencer and his wife Ruth Burke Roche. Diana grew up in a very privileged family that had a long history of close ties with the royal family. When Diana’s paternal grandfather passed away in 1975, Diana’s father became the 8th Earl of Spencer and Diana gained the title of “Lady”.
            In 1969, Diana’s parents divorced. Her mother’s affair helped court decide to give custody of the couple’s four children to Diana’s father. Both of her parents eventually remarried, but the divorce left an emotional scar on Diana.
            Diana attended school at West Heath in Kent and spent a short time a finishing school in Switzerland. Although she was not an excellent student academically, her determined personality, caring nature, and cheerful outlook helped her through it. After returning from Switzerland, Diana rented an apartment with two friends, worked with children at the Young England Kindergarten, and watched movies and visited restaurants in her free time.
            It was about this time that Prince Charles, in his early 30, was under increasing pressure to choose a wife. Diana’s vibrancy, cheerfulness, and good family background caught the attention of Prince Charles and the two began dating during in mid-1980. It was a whirlwind romance for on February 24, 1981, Buckingham Palace officially announce the couple’s engagement. At the time, Lady Diana and Prince Charles seemed truly in love and whole world was awed by what seemed like a fairytale romance.

26. How did Diana spend her free time when she was still a bachelorette?
            A. She watched movies                                  B. She finished her school
            C. She worked in restaurant                          D. She returned to Switzerland
            E. She visited her friends near the restaurant
Letak Jawaban: ... and watched movies and visited restaurants in her free time.

27. The custody of the couple’s four children was given to Diana’s father because…….
            A. her outlook was cheerful                            B. her mother had an affair
            C. she determined her personality                  D. she had her very privileged family
            E. her paternal grandfather was dead
Letak Jawaban: Her mother’s affair helped court decide to give custody of the couple’s four children to Diana’s father.

28. How was Diana’ academic achievement?
            A. Super                      B. Average                  C. First rate                 D. Admirable
            E. Exceptional
Letak Jawaban: Although she was not an excellent student academically, ....
Pilihan A, C, D, dan E mempunyai makna yg sama. 


REPORT TEXT
SEA HORSE
Many people imagine the seahorse to be real horse living in the sea. This is not true at all. The seahorse is so called because it is a tiny creature with a horse – liked head which lives in the sea.
Sea – horse are found mostly in warm seas. They have a long, flexible tail which is used for wrapping around weeds for support. They swim I upright position, their movements being helped by a rapidly oscillating fin on their back. The male sea – horse lays her eggs in this pouch.

The most remarkable thing about the seahorse is that part of the process of reproduction is taken over by the male creature. One the female seahorse has laid her eggs in the male creature’s pouch, she leaves. The hatching of the egg is done by the male fish.

Mating begins with the male and the female seahorses doing courtship dance. The male and female creatures swim around each other in circles. At the end of the dance, the male appears to bow to its partner; but in actually, the male is banding to pump water from his pouch. Next, the female fish lays eggs into the male’s pouch. About two hundred eggs are laid. The pouch, then close up. The female seahorse now swims away, leaving the male seahorse to do hatching.

The eggs are hatched about a month later. The young seahorses are ejected from the male creature’s pouch by means of muscular contractions.

The sea – horse feeds on tiny fish the creatures sucking them into its month.

1. What is the purpose of the text?
a. to inform readers the sea – horse’s process of reproduction
b. to persuade readers to breed the seahorse
c. to explain how to bread the seahorse
d. to describe a particular seahorse
e. to describe a particular sea horse

2. What do you think about the sea horse’s reproduction process ....?
a. Amazing             
b. Exciting                    
c. Peculiar
d. Strange                 
e. Unique

3. The male seahorse has a pouch in its abdomen to ….?
a. hatch the eggs              
b. feed the baby seahorse
c. eject the young seahorses
d. keep some food for its babies
e. pump water from its abdomen

Monday, May 23, 2016

Pengertian dan Jenis NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif)

Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya.

NARKOTIKA :

Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.
Narkotika terdiri dari 3 golongan :
1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.
2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.
3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.

PSIKOTROPIKA :

Menurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
Psikotropika terdiri dari 4 golongan :
1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.
2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine.
3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.
4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).

ZAT ADIKTIF LAINNYA :

Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi :

1. Minuman Alkohol mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari – hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :
a. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ).
b. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur )
c. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).

2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.

3. Tembakau pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.
Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.

Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan :

1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ).

2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.

3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ).

PENYALAHGUNAAN NAPZA

Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah :

1. Opiada, terdapat 3 golonagan besar :
a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.
b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin.
c. Opioda sintetik : Metadon.
Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar.
Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan.
Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer.
Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.
2. KOKAIN :

Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut
Nama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju.
Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.
Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.
3. KANABIS :

Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang.
Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica.
Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.
4. AMPHETAMINE :

Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz.
Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet.
Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.
Ada 2 jenis Amphetamine :
a. MDMA ( methylene dioxy methamphetamine )
Nama jalanan : Inex, xtc.
Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.
b. Metamphetamine ice
Nama jalanan : SHABU, SS, ice.
Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ).
5. LSD ( Lysergic Acid )

Termasuk dalam golongan halusinogen.
Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas.
Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul.
Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 – 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 – 12 jam.
Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid.
6. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) :

Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ).
Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp.
Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus.
Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.
7. SOLVENT / INHALASI :

Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin.
Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu.
Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.
8. ALKOHOL :

Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia
Diperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.
Nama jalanan : booze, drink.
Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaran

PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN

Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial.
Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).

PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA

Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :

1. Faktor individual :

Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri – ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA :
a. Cenderung memberontak
b. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.
c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada
d. Kurang percaya diri
e. Mudah kecewa, agresif dan destruktif
f. Murung, pemalu, pendiam
g. Merasa bosan dan jenuh
h. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan
i. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode
j. Identitas diri kabur
k. Kemampuan komunikasi yang rendah
l. Putus sekolah
m. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.

2. Faktor Lingkungan :

Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.

Lingkungan Keluarga :

a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik
b. Hubungan kurang harmonis
c. Orang tua yang bercerai, kawin lagi
d. Orang tua terlampau sibuk, acuh
e. Orang tua otoriter
f. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya
g. Kurangnya kehidupan beragama.

Lingkungan Sekolah :

a. Sekolah yang kurang disiplin
b. Sekolah terletak dekat tempat hiburan
c. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif
d. Adanya murid pengguna NAPZA.

Lingkungan Teman Sebaya :

a. Berteman dengan penyalahguna
b. Tekanan atau ancaman dari teman.

Lingkungan Masyrakat / Sosial :

a. Lemahnya penegak hukum
b. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.
Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.

GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA :

1. Perubahan Fisik :

– Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.
– Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.
– Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.
– Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.

2. Perubahan sikap dan perilaku :

– Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.
– Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.
– Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.
– Sering mengurung diri, berlama – lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.
– Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.
– Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.
– Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.

PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA

NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :

1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada :
a. Otak dan susunan saraf pusat :
– gangguan daya ingat
– gangguan perhatian / konsentrasi
– gangguan bertindak rasional
– gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi
– gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja
– gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik / buruk.
b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru )
c. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.
d. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksual.
e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS.
Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama – sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.
f. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.
g. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.
h. Komplikasi pada kehamilan :
– Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS.
– Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati
– Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.

2. Dampak Sosial :

a. Di Lingkungan Keluarga :

· Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah tersinggung.
· Orang tua resah karena barang berharga sering hilang.
· Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi aib keluarga.
· Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan.
· Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.

b. Di Lingkungan Sekolah :

· Merusak disiplin dan motivasi belajar.
· Meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar.
· Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya.

c. Di Lingkungan Masyarakat :

· Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya.
· Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan.
· Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah.
· Meningkatnya kecelakaan.

UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA :

Upaya pencegahan meliputi 3 hal :
1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.
Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.
Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.

2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.

3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.

Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :

1. Mengasuh anak dengan baik.
– penuh kasih sayang
– penanaman disiplin yang baik
– ajarkan membedakan yang baik dan buruk
– mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawab
– mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.
2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat
Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.
3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.
4. Orang tua menjadi contoh yang baik.
Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.
5. Kembangkan komunikasi yang baik
Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
6. Memperkuat kehidupan beragama.
Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.
7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak
Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :

1. Upaya terhadap siswa :
· Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.
· Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah.
· Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok.
· Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ).
· Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya.
· Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari.

2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah :
· Razia dengan cara sidak
· Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah
· Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru
· Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak.
· Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.

3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah :
· Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik.
· Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah
· Sikap keteladanan guru amat penting
· Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.

Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:

1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.
2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.
3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.
4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.

KESIMPULAN

Masalah penyalahguanaan NARKOBA / NAPZA khususnya pada remaja adalah ancaman yang sangat mencemaskan bagi keluarga khususnya dan suatu bangsa pada umumnya. Pengaruh NAPZA sangatlah buruk, baik dari segi kesehatan pribadinya, maupun dampak sosial yang ditimbulkannya.
Masalah pencegahan penyalahgunaan NAPZA bukanlah menjadi tugas dari sekelompok orang saja, melainkan menjadi tugas kita bersama. Upaya pencegahan penyalahgunaan NAPZA yang dilakukan sejak dini sangatlah baik, tentunya dengan pengetahuan yang cukup tentang penanggulangan tersebut.
Peran orang tua dalam keluarga dan juga peran pendidik di sekolah sangatlah besar bagi pencegahan penaggulangan terhadap NAPZA.